Wednesday, April 13, 2011

SAKINAH, MAWAHDAH, WARAHMAH ...

Kita sering membaca dan mendengar tiga kata ini, terutama konteknya dalam acara Walimatul Ursy. Saking seringnya kita sudah menganggap kata-kata itu adalah kosa kata bahasa indonesia.

Baru kemarin ketika anak saya menanyakannya, baru saya terperangah, dengan ja'im saya bilang nanti kita bahas ba'da shalat Maghrib. Padahal saya sedang berusaha mencari jawabannya dari sumber-sumber yang layak dipercaya.

Beruntung tepat pada waktunya saya bisa menjelaskannya sebagai berikut:

1. Sakinah, adalah Tenang, berasal dari kata Sakin yang berarti Tajam. Dalam kasus kita, tajam diartikan sebagai pisau yang teramat tajam, sehingga saking tajamnya ketika kita gunakan untuk menyembelih hewan (qurban), hewan tidak sempat merasakan rasa sakitnya, dia menghadap sang Khalik dengan tenang.
(Bayangkan bila pisaunya tumpul, hewan tersebut pasti akan merasakan kesakitan yang amat sangat).





2. Mawahdah, artinya berlapang-dada. Bukan berarti yang cowok seperti Ade Rai yang binaragawan lalu yang cewek seperti Inong Malinda Dee atau Jupe, tetapi satu-sama lain mau menerima kekurangannya masing-masing, karena No Body Perfect ...





3. Warahmah, berarti kasih-sayang, bukan cuma kasih tetapi juga sayang. Lalu apa bedanya kasih dengan sayang? Kasih lebih ke arah ragawi tetapi Sayang mengandung arti yang more deeply dan lebih ke arah feel. Bisa saja ketika masih tampan, masih cantik merasa sayang; begitu mulai keriput atau gembrot, jalan mulai singit nggak sayang lagi.

Mudah-mudahan penjelasan singkat ini bisa diterima, bila ada pembaca yang ingin menambahkan dan atau melengkapi it will be appreciated.

No comments:

Post a Comment