Friday, December 10, 2010

Alert, Achtung...

Next Thursday (December 16, 2010), our national team squad will deal with the Philippine national team.

I just want to remind that the Philippines today, not the same as the Philippines had a net is often used as a barn harvest goals opponents.

After making radical changes in preparing the national team, not half hearted with 8 players competing in the naturalization of experienced European leagues, the Philippines now be counted worthy team in Southeast Asia.

Therefore, do not regard lightly the Philippines, but also do not play too tight, rhythm games like time against Laos may be considered.

Hopefully in a game that will come later passes we had much improvement, so the attacks will become more effective. Playing effectively will also save energy, so stamina throughout the game will be better.

I hope Octo Maniani willing to share the ball with his friends who have a position and better space shoot, football is a team game in which cooperation becomes the key word.

Nasuha or Arif Suyono expected to remain would be a breaking line of opponent defense, I like the spirit of combat, the typical local football players who are not afraid of physical contact, unlike the European league players who "salon style".
El "loco" Gonzalez, Bepe or Irfan still expected to be a regulator of the pattern of an intelligent and effective attack, or help to defending  when necessary.
In a match with the Philippines will hopefully Firman Utina and his friends are not too tense when facing teams like Thailand. Bepe has destroyed the myth that wrong all this time, Thailand as "a team that can not be defeated" made its knees pairs of eyes watched by millions of homeland football lovers .
With the support of fanatic homeland football fans, our national team is expected to remain solid, play relax, but with high spirits and determined to win and most importantly, follow the instructions already given by coach Alfred Riedl that specifically to watch the opponent play to peek at the pattern and strategy of the opponent.
If we can win this two games of semi-final, we should expect us to be better prepared to again face the team that we recognize Vietnam as a team that will not give up so easily.

Indonesian Version:


Waspadalah , waspadalah ….
Kamis depan (16 Desember 2010) squad Timnas kita akan berhadapan dengan Timnas Filipina.
Saya hanya ingin mengingatkan bahwa Filipina saat ini, tidak sama dengan Filipina dulu yang gawangnya sering dijadikan lumbung panen gol lawan-lawannya.
Setelah melakukan perubahan radikal dalam penyusunan Timnasnya, tidak tanggung-tanggung dengan 8 pemain naturalisasi yang berpengalaman berlaga di liga Eropa, sekarang Filipina menjadi tim yang layak diperhitungkan di Asia Tenggara.
Oleh sebab itu, jangan anggap enteng Filipina, tapi juga jangan bermain tegang, irama permainan seperti waktu melawan Laos mungkin bisa dipertimbangkan.
Mudah-mudahan dalam pertandingan yang akan datang nanti passing kita sudah ada perbaikan, sehingga serangan akan menjadi lebih efektif. Bermain efektif juga akan menghemat enerji sehingga stamina sepanjang permainan akan terjaga.
Saya berharap Okto mau berbagi bola dengan teman-teman yang punya posisi dan ruang tembak yang lebih baik, sepak-bola adalah permainan tim dimana kerjasama menjadi kata kuncinya.
Nasuha atau Arif Suyono diharapkan tetap akan menjadi pendobrak barisan pertahanan lawan, saya suka semangat tempurnya, typical pemain sepak-bola local yang tidak takut kontak fisik, tidak seperti pemain-pemain liga eropa yang “mriyayi”.
El ‘loco” Gonzales, Bepe atau Irfan tetap diharapkan bisa menjadi pengatur pola serangan yang cerdas dan efektif, atau membantu bertahan bilamana diperlukan.
Dalam pertandingan dengan Filipina nanti mudah-mudahan Firman Utina dan kawan-kawan tidak terlalu tegang seperti waktu menghadapi tim Thailand. Bepe telah menghancurkan mythos yang keliru selama ini, Thailand sebagai “tim yang tidak bisa dikalahkan” dibuat bertekuk lutut disaksikan oleh jutaan pasang mata pecinta sepakbola tanah air.
 Dengan dukungan fanatic pendukung sepakbola tanah air, diharapkan timnas kita tetap solid bermain rilex, tetapi dengan semangat tinggi dan ngotot untuk menang dan yang terpenting mengikuti instruksi yang sudah diberikan pelatih Alfred Riedl yang secara khusus menonton lawan bertanding untuk mengintip pola dan strategi lawan.
Bila kita bisa memenangkan dua pertandingan semi final ini kita boleh berharap kita menjadi lebih siap lagi menghadapi tim Vietnam yang kita akui sebagai tim yang tidak akan menyerah begitu saja.

 

No comments:

Post a Comment